Cara Ternak Burung puyuh mas Mus
Soal
ternak burung Puyuh mungkin sudah tau banyak, terutama bagi sobat yang
memiliki tetangga peternak burung Puyuh bahkan mungkin sobat sendiri
adalah peternak burung puyuh. Kebanyakan peternakan burung puyuh haruslah menyediakan tempat yang sangat luas, bahkan jauh dari pemukiman penduduk agar bau kotoran burung puyuh ini tidak mencemari lingkungan. Bagaimana dengan orang yang ingin mencoba usaha ternak burung puyuh, dengan keterbatasan tempat?
Ada sedikit
info untuk sobat yang kiranya bisa menjadi sebuah alternatif jika ingin
mencoba usaha ini. Memang benar tidak bisa dipungkiri, untuk ternak
burung puyuh harus memiliki tempat, tapi untuk ini kita bisa
memanfaatkan lokasi yang memang sempit. Mas Mus pemilik usaha tenak burung puyuh dengan jumlah kira - kira hanya sekitar 2000 ekor yang diletakkan di lantai dua rumahnya. Rumah ini hanya memiliki luas 25 m2 yang bersekat - sekat (denah), terdiri dari 2
kamar . Mas Mus hanya memanfaatkan sela - sela tempat yang kiranya bisa
digunakan untuk meletakkan kandang puyuh, karena lantai 2 rumahnya
belum digunakan. Kandang tersebut disusun secara bertingkat. sehinnga
bisa meletakkan kandang semakin banyak. Rumah dan peternakan mas Mus
terletak ditengah perkampungan padat penduduk tapi sama sekali katoran burung tak tercium oleh warga sekitar. Dalam usia 1,5 - 2 bulan burung puyuh sudah mulai bertelur, tentu saja dengan pemberian pakan yang tepat ( kombinasi pakan ). Tujuannya tak lain adalah menghemat biaya pakan ( Prinsip Ekonomi ). Dari sekitar 2000 ekor burung ini rata - rata bisa menghasilkan telur sekitar 1750 - 1900 an butir / hari, itu sudah sangat bagus (kata mas Mus).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar