Kamis, 21 Juli 2016

Cara Tepat Ternak Ayam Bangkok

Ayam Bangkok merupakan jenis ayam aduan yang sangat digemari bagi kalangan pengadu ayam. Akan tetapi kebanyakan para pengadu ayam biasanya hanya membeli dari tempat/kalangan tarung, karena di kalangan tarung sudah jelas ayam yang siap diadu/tarung. Hal ini beda bila para pecinta ayam aduan membeli langsung dari peternak yang tentu saja masih membutuhkan perawatan lebih eksra, walaupun ada juga peternak ayam bangkok ini yang menjual ayam yang sudah siap tarung. Ternak ayam Bangkok sebenarnya merupakan salah satu usaha sampingan yang cukup menggiurkan, karena dari waktu kewaktu, dunia adu ayam tidak ada surutnya apalagi yang sudah terjun dikalangan besar. Bagi para pemula yang yang ingin mencoba ternak ayam Bangkok, saya ada beberapa tips untuk usaha sampingan ternak ayam Bangkok. Berikut ulasannya :
1. Tempat
    Untuk ternak ayam Bangkok tidak harus memiliki tempat yang luas. yang
    penting ada kurungan/kandang tempat meletakkan indukkan ayam.
2. Indukan
    Carilah indukan (jantan dan berina) yang bagus kalau bisa betina lebih dari  
    satu, untuk jantan memiliki kualitas tarung yang bagus dan belum pernah
    kalah. Secara umum bisa dilihat dari postur tubuh dan jangan lupa indukan
    harus memiliki mental yang bagus pula. Karena sangat berpengaruh
    terhadap hasil anakannya.
3. perawatan Indukan
    Usahakan perawatan untuk indukan jangan terlalu sering menggunakan
    obat/doping, perlakukan seperti pemeliharaan ayam kampung
    biasa/alami. Apabila diliarkan disekitar rumah, jangan sampai terganggu
    ayam jantan lain (harus dominan dilingkungan sekitar) 
4. Petarangan ( Tempat Bertelur )
    Tempat bertelur cukup sediakan saja kotak petarangan agar ayam memilih
    sendiri tempat yang nyaman untuk bertelur.
5. Pengeraman
    Selama pengeram, ayam betina tetap diberi makan, jadi ayam keluar hanya
    untuk minum, hal ini mempengaruhi waktu penetasan. Bila pengeraman
    stabil menetas dalam waktu 18-19 hari, kalau sering keluar waktunya
    21-22 hari, kadang malah banyak yang tidak menetas/kopyor/mlekeren.   
    Saat panas musim kemarau, beri kain basah di bawah perarangan untuk
    menyatabilkan kelembaban udara. Bila pengeraman ayam jelek 
    (sering keluar/petarangan dirusak/hasil tetasnya sedikit) lebih baik ayam
    tersebut dijual/digoreng saja diganti dengan induk baru, karena
    seterusnyapun akan seperti itu.
6. Perawatan Anakan ( Kuthuk an )
    Setelah telur menetas tiap anak ayam beri setetes air gula merah sebagai
    antibody (resep warisan). Anakan harus dipisahkan dari induknya agar
    indukan segera bertelur lagi.  Anakan bisa diberi pakan yang bervitamin,
    lebih baik kalau dilistrik agar pertumbuhannya lebih cepat.

Bagi sobat yang berminat, jangan pernah ragu untuk mencoba!!
Semoga bermanfaat,,,!! Terimakasih.

Info bertanam...
Global info...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar